Catatan Kunjungan ke Markas Elsevier dan Springer Nature (Bag. 1)

Aulia Luqman Aziz (kiri) bersama Senior Consultant Elsevier ASEAN Alexander van Stervellen (tengah) dan Nicholas Pak (kanan)

Elsevier, Springer Nature, dan ISEAS-Yusof Ishak Institute. Tiga penerbit ilmiah yang kantornya kami kunjungi kemarin. Dalam kunjungan 3 hari ke Singapura. Dua di antaranya pasti Anda sudah sangat akrab. Raksasa penerbitan ilmiah. Sedangkan satunya adalah penerbit buku dan jurnal ilmiah level ASEAN. Yang juga mengelola jurnal terindeks Scopus.

Dari agenda kunjungan itu, gambaran utuhnya mulai terlihat jelas. Bagaimana ketiganya menjalankan bisnisnya. Bisnis di bidang penerbitan ilmiah. Mereka tak sekedar menerbitkan jurnal ilmiah (jangan salah paham dengan istilah “jurnal” dan “artikel jurnal”). Tetapi juga semua lini kegiatan yang melengkapinya. Mulai dari pra-publikasi, publikasi, dan pasca-publikasi.

Kegiatan pra-publikasi, utamanya adalah mempersiapkan jurnal. Sebagai media penyebaran kajian-kajian ilmiah. Ada 3 skema. Membangun jurnal sendiri, mengambil alih jurnal dari penerbit lain, atau co-hosting. Mengelola bersama dengan penerbit lain. Bersamaan dengan itu, disiapkanlah person2 kuncinya. Editor in Chief, Associate Editors, dst. Jika co-hosting, ada mekanisme seleksi. Jurnal yang tertarik bergabung dengan manajemen pengelolaannya (Elsevier, Springer Nature), harus melalui serangkaian seleksi. Dengan berbagai kriteria yang harus dipenuhi. Menurut Alexander van Stervellen, Senior Consultant Elsevier, hanya 22% dari “lamaran” pengelolaan jurnal yang bisa diterima oleh perusahaannya.

Selain itu, Elsevier dan Springer Nature menyediakan layanan untuk penulis dan pengelola jurnal. Springer menyediakan paket 3 level workshop kepenulisan: Untuk penulis pemula, penulis mid-career, dan penulis senior (post-doctoral). Sementara Elsevier menyediakan platform pengelolaan jurnal berbasis elektronik. Namanya Digital Commons. Sudah dilengkapi dengan alat untuk melakukan SEO. Agar jurnal dan artikel-artikelnya selalu di urutan teratas. Di mesin pencari populer seperti Google. Berbiaya. Tapi tentu imbang dengan fasilitasnya.

Maka, dari sini saja, kami tak heran jika Elsevier dan Springer Nature menjadi dan bisa menjadi penerbit besar di dunia ilmiah.

Bersambung ke Bagian ke-2.