Tahapan Publikasi Ilmiah – Review

Lanjutan dari tahapan pertama – seleksi pendahuluan. Setelah naskah Anda lolos seleksi ketat dari Editor, tibalah saatnya penantian yang bagai tiada berujung. Hehe. Review.

Review, aslinya disebut “Peer-Review” (atau Penelaahan Sejawat), menilai substansi naskah Anda keseluruhan. Dilakukan oleh Reviewer (di sini dinamakan Mitra Bestari) yang notabene juga seorang dosen, seperti Anda dan saya.

Jadi ini mirip proses penilaian dalam ujian skripsi/tesis/disertasi. Atau visitasi untuk akreditasi institusi. Bedanya, Review artikel jurnal hanya dilakukan sebatas Desk Review saja. Tanpa tatap muka. So, kalau di masa WFH ini sebagian kampus menerapkan tatacara Desk Review untuk ujian skripsi-disertasi, bagi kita para penulis artikel jurnal itu bukanlah lagi hal yang mengejutkan.

Apa yang dilihat oleh Reviewer? Setiap jurnal punya kriteria sendiri2. Ada yang detiiiil sekali. Ada yang sifatnya umum. Penerbit Emerald Insight misalnya. Menerapkan 6 pertanyaan besar yang harus dijawab oleh Reviewer ketika menilai suatu artikel. Tapi di dalam 1 pertanyaan, ada anak pertanyaan. Jadi semacam pertanyaan 1a, 1b, 1c, dst. Hehe.

Intinya, kalau mengacu ke kuliah saya dulu tentang Writing, ada 4 hal ini yang dilihat Reviewer:

  1. Konten, atau Substansi keilmuan
  2. Struktur organisasi tulisan >> runtut? Sesuai gaya selingkung jurnal?
  3. Bahasa >> masih ada kesalahan tata bahasa? Diksi kurang “nendang”?
  4. Mekanikal >> tanda baca, peletakan tabel dan gambar, kelengkapan artikel (abstrak, kata kunci, daftar pustaka, dkk

Di kesempatan lain, kita bisa bedah satu-satu dari 4 itu. Bisa saya yang berbagi, atau bapak ibu di sini yang lebih expert, atau kita undang editor jurnal di luaran sana. 😁

Kemudian, proses review itu sendiri biasanya dibagi jadi 2 jenis:

  1. Open Review >> penulis bisa tahu siapa reviewernya, dan reviewer juga tahu siapa penulis naskah yang dibacanya. “Tahu” = bisa melihat nama masing2.
  2. Blind Review >> penulis tak tahu siapa yang mereview naskahnya, Reviewer tak tahu juga milik siapa naskah yang dibacanya.

Jenis ke-2 paling banyak diadopsi jurnal ilmiah sedunia. Mengapa? Mengedepankan prinsip kejujuran dan fair. Jadi Anda jangan berharap, ah pasti lolos, karena aku punya kenalan reviewer di jurnal X. Belum tentu. Bisa jadi naskah Anda diberikan ke Reviewer lain yang tak Anda kenal.

Kalau toh Anda kenal semua Reviewer di jurnal X, belum tentu Reviewer tahu bahwa naskah yang dibacanya adalah ternyata punya temannya, atau saudaranya. Kecuali saking akrabnya dengan penulis, sampai bisa tahu gaya kepenulisan khas si penulis. “Oh tahu nih, ini kan tulisannya sahabatku pak A di fakultas sebelah.” Hehe.

Overall, proses Review ini bisa memakan waktu antara 1 sampai 6 bulan. So, setelah lolos seleksi, yang perlu Anda lakukan adalah “Move On” dan melakukan pekerjaan lain. Hingga datanglah surat cinta dari Editor berisi permintaan revisi dari 2-3 orang Reviewer. Respon pertama, biasanya shocked.