Tahapan Publikasi Ilmiah – Proofreading dan Publikasi

Melanjutkan sedikit setelah rampung tahapan Seleksi dan Review-Revisi, dan naskah dinyatakan “Accepted”. Berikutnya yang dilakukan adalah Proofreading.

Sebelum naskah diterbitkan, penulis diberi kesempatan untuk melakukan Proofreading. Yakni, mengecek tampilan akhir, sekaligus meminta perbaikan:

  1. Bahasa
  2. Penulisan References

Untuk Bahasa, Alhamdulillah, pelanggan layanan terjemah dan editing kami biasanya tak menemui banyak kendala di sini. Sudah cukup memenuhi standar jurnal internasional. Yang biasanya perlu cek ulang adalah penulisan References.

Dua hal yang biasa diminta cek ulang terkait ini. Berdasarkan pengalaman saya dan rekan saya mbak Dindha Ayu. Yang biasa melototin penulisan sitasi dan reference naskah yang dikirim ke kami.

  1. Penulisan in-text reference (sitasi dalam naskah)
  2. Penulisan reference list (daftar pustaka)

Kendala yang biasanya kami temui dalam poin (1) adalah:

  1. Belum sesuainya cara penulisan nama penulis sumber
  2. Tidak sesuainya nama penulis sumber dan tahun terbit sumber antara di teks dan di daftar pustaka
  3. Tidak adanya sitasi dalam teks, padahal di daftar pustaka ada
  4. Tidak sesuainya cara penulisan sitasi dalam teks dengan standar yang berlaku

QUIZ 1 – Khusus nomor 4, misalnya, apakah bapak ibu mengetahui bagaimana cara menulis kutipan di dalam teks dan di daftar pustaka, untuk artikel berita online, tanpa nama penulis, dari media Jawapos.com, diterbitkan pada 20 April 2020, dengan judul: Siap-siap PSBB Jatim? (Coba bapak ibu share jawabannya setelah tulisan ini 😁)

Sedangkan kendala penulisan daftar pustaka biasanya:

  1. Tidak match antara isi daftar pustaka dengan sitasi dalam teks
  2. Kurang lengkapnya penulisan sumber
  3. Kurang sesuainya cara penulisan sumber dengan standar yang berlaku
  4. Apakah daftar pustaka diletakkan pada Footnote atau Endnote.

QUIZ 2 – Misalnya lagi, apakah bapak ibu mengetahui bagaimana cara menulis sitasi dalam teks untuk: ayat dari Al Quran, terbitan Depag RI, surat Al Baqarah (surat ke-2), ayat 183? (Monggo coba ditulis setelah tulisan ini 😁)

QUIZ 3 – Bagaimana cara menulis kutipan dari Al Quran tadi di atas pada daftar pustaka?

Pada prinsipnya, penulisan kutipan dan daftar pustaka itu tujuan utamanya adalah ini: Agar pembaca dapat dengan sangat mudah melacak kembali sumber aslinya jika ingin membaca lebih dalam. Saya kira kita perlu memahami dulu tujuan utama ini. Barulah diwujudkan dalam bentuk bermacam-macam Reference Style: APA, MLA, dan Chicago (sedih nih kok gak ada ya style khusus dari Indonesia begitu πŸ˜”)

Hal lain dari Proofreading adalah: Pastikan penulisan nama-nama penulis, (tidak ada singkatan nama belakang dan tidak ada salah ejaan), nama lembaga afiliasi, dan alamat email penulis korespondensi sudah tepat.

Diskusi lebih lanjut, bergabunglah di Grup Telegram Scopus Nusantara.