Jalur Publikasi: Reguler Vs. Cepat Vs. Reguler-Cepat

Istilah “Reguler”, “Cepat”, dan “Reguler-Cepat” ini sebenarnya tidak ada di buku teori manapun. Ketiganya muncul dari pengalaman saya membantu proses terjemah sampai submission ratusan lebih naskah, sejak tahun 2014 sampai sekarang. Sebagiannya ada yang berhasil terbit, dan sebagian (besarnya) belum ditakdirkan terbit (untuk struktur penulisan standar jurnal akan kita diskusikan kemudian).

Apa itu jalur “Reguler”? Maksudnya, semua tahapan publikasi 1-3 yang saya sampaikan kemarin dilakukan secara genuine. Mengikuti alur proses normal. Reguler.

  • Seleksi
  • review
  • revisi
  • review lagi
  • revisi lagi
  • dan seterusnya, sampai Editor puas.

Lama proses? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Berkisar antara 1 sampai 1,5 tahun.

Jalur Reguler ini biasanya ditempuh kalau kita ingin artikel kita diterbitkan oleh penerbit2 jurnal terkemuka dunia. Sebut saja Elsevier, Springer, Taylor & Francis, Wiley, SAGE Publications, Emerald, dan Inderscience. Dan juga penerbit kampus atau asosiasi keilmuan.

Adapun jalur “Cepat” adalah penerbitan artikel di jurnal dengan tahapan proses 1-3 yang lebih longgar. Atau sangat longgar. Atau bahkan potong kompas. Hehe.

Kepada siapa kita harus kirim artikel kita jika ingin jalur Cepat? Yang jelas:

  • Penerbit kurang terkemuka
  • Penerbit predator (meminjam istilah Mr. Beall)
  • Jurnal yang masih kekurangan suplai naskah.

Apakah Jalur Cepat ini berbayar? Biasanya iya. Sebagai kompensasi tahapan yang dilonggarkan tadi. Sama seperti ketika Anda mengantri tiket masuk wahana wisata, dan ternyata terdapat jalur antrian VIP dengan tambahan biaya. Juga, sebagai pemasukan bagi operasional pengelola jurnal.

Apakah ada “Cepat” yang tidak berbayar? Ada. Misalnya, jurnal yang saya kelola: Erudio Journal of Educational Innovation. Ini jurnal internasional lho, bapak ibu. Tapi kami tidak (atau belum) memungut biaya publikasi. Karena masih disubsidi oleh kampus kami. Tapi proses cepat. Mengapa? Sederhana. Kami masih butuh suplai naskah.

Apakah Jalur Reguler pasti tidak berbayar? Tidak juga. Tergantung skema publikasi mana yang kita pilih:

  • Non Open Access?
  • Hybrid Access?
  • Open Access?

Dan, tergantung pula sumber pendanaan penerbit jurnal. Apakah ada subsidi dari lembaga yang menaunginya? Atau ia bergerak mandiri alias swasta?

Contoh: Jurnal “Sustainability” oleh penerbit MDPI (Swiss). Terindeks Scopus peringkat Q2. Ia masuk kelompok Reguler. Tapi kalau naskah Anda diterima, Anda musti bayar biaya publikasi. Kalau tak salah, 1800 CHF (Franc, mata uang Swiss).

Lalu bagaimana dengan yang ketiga, “Reguler-Cepat”? Ini kombinasi dua sebelumnya. Prosesnya cepat, tapi reguler. Maksudnya, proses seleksi dan review-revisi tetap ada. Reguler. Tapi prosesnya cepat. Tak sampai 1 tahun. Reviewnya hanya 1 sampai 3 bulan. Kalau semua oke, dalam 4-5 bulan, artikel Anda terbit.

Contoh: Jurnal “Heliyon” milik Elsevier. Atau “PLoS One” milik Public Library of Science. Review hanya 1-2 bulan. Normalnya 3-6 bulan. Terbit, bisa segera. Bayar? Sayangnya iya. 😁

Jangan lupa bergabung di Grup Telegram Scopus Nusantara.